Minggu, 24 Maret 2019 | 14:53 WIB

POSYANDU GARDA TERDEPAN DALAM PROSES PEMBANGUNAN

foto

Administrator

Istimewa

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser,SH,S.Ip.,M.Ip mengatakan, posyandu merupakan garda terdepan dalam proses pembangunan, sebagai kabupaten sehat.

Oleh karena itu, keberadaan posyandu di Kabupaten Bandung terus ditingkatkan dan dijadikan sebagai posyandu terintegrasi dengan menangani ibu hamil, bayi, gizi, tumbuh kembang anak, Keluarga berencana (KB), stimulasi edukasi dan balita.

“Namanya juga pelayanan terpadu, pastinya semua harus berkontribusi terpadu secara sabilulungan mendukung program posyandu. Apalagi sekarang sudah terbentuk 1.949 posyandu mandiri, dari jumlah keseluruhan 4. 288 posyandu,” ungkap Bupati dalam acara Penerimaan tim veifikasi lapangan lomba posyandu tingkat nasional tahun 2019 di rumah jabatan bupati Bandung di Soreang, Senin (11/3/2019).

Posyandu Mandiri,  merupakan Posyandu yang sudah dapat melakukan kegiatan secara teratur untuk cakupan 5 program utama, yakni KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), KB, Imunisasi, Gizi dan  Penanggulangan diare, ada program tambahan dan dana sehat, telah menjangkau lebih dari 50% KK. Untuk Posyandu tingkat ini, intervensinya adalah pembinaan Dana Sehat, yaitu diarahkan agar Dana Sehat tersebut menggunakan prinsip JPKM (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat).

Sampai dengan saat ini kata dia, baru tercapai 45,45 % posyandu yang berstrata mandiri, “Insha Allah target tahun 2019 naik menjadi 60 %. Tentu saja ini harus diimbangi dengan kerja keras dan kreativitas pembinaan posyandu, agar output terhadap masyarakat lebih berdampak nyata,” katanya penuh harap.

Bupati menegaskan, dengan peran serta Tim Penggerak Pemberdayaan kesejahteraan Keluarga (TP PKK), melalui kader kesehatan, derajat kesehatan Kabupaten Bandung menunjukan tren positif.

Hal tersebut diukur dari usia harapan hidup. Usia harapan hidup Kabupaten Bandung tahun 2018 mencapai 73.16 poin naik 0.3 poin dibanding angka harapan hidup (ahh) tahun 2017 yang mencapai 73.13 poin.

“Kalau usianya panjang dan amalnya baik, maka itulah orang pilihan Tuhan, karena sebaik-baiknya manusia itu orang yang diberi umur panjang dan kinerjanya baik,” imbuhnya.

Sementara itu, dengan terpilihnya Posyandu Teratai 21 Desa Ciwidey sebagai wakil dari Jawa Barat pada ajang lomba posyandu tingkat  nasional, Ketua Tim Verifikasi lomba posyandu tingkat nasional tahun 2019, Drs. Wawan Munawar Kholid menyebutkan, semua tahapan penilaian posyandu harus melewati 3 point, yakni input, proses dan output di lapangan.

Menurutnya, keterpaduan 3 point tersebut harus diverifikasi langsung untuk memastikan dampaknya kepada masyarakat di Ciwidey.

“Dari 6 besar ini, nominasi posyandu harus menjalankan keterpaduan 3 point tadi, nanti kita akumulatifkan nilainya. Apakah fakta dilapangan sesuai laporan data yang kami terima, atau bahkan kondisi di lapangan lebih bagus. Apalagi sudah ada 27 inovasi yang dilakukan posyandu Teratai ini untuk masyarakat di Desa Ciwidey,” terang Wawan.

Diharapkan, dalam menjalankan posyandu di seluruh wilayah nusantara termasuk Kabupaten Bandung, para kepala daerah dan jajarannya, bisa memberi perhatian bahwa posyandu merupakan pintu gerbang untuk mensejahterakan masyarakat, baik dari segi kesehatan, ekonomi, sosial serta pendidikan. (bung wir)