Senin, 16 Juli 2018 | 20:57 WIB

JOKOWI INGATKAN BUPATI TAK KORUPSI DAN TERIMA SUAP

foto

Administrator

Joko Widodo di Istana Negara. (Foto: dok. Biro Pers Setpres)

Terkait bupati di daerah  terjaring dalam operasi tangkap tangan KPK karena diduga korupsi. Semisal, Bupati Klaten, Kebumen, Tulungagung, Purbalingga, dan yang terbaru adalah Bupati Bener Meriah, Ahmadi.

Presiden Joko Widodo berpesan kepada para bupati agar tak terjerat kasus korupsi.

Hal tersebut diungkapkan Ketum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang juga Bupati Tanah Bumbu Mardani H. Maming usai bertemu Jokowi seperti dirilis kumparan.

“Beliau hanya menyampaikan pesan bupati berhati-hati dalam OTT. Tapi tidak membahas secara spesifik,” kata Mardani Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/7).

Menurut dia, pesan Jokowi agar tak korupsi tersebut telah disampaikan di sejumlah kesempatan. “Dulu-dulu juga beliau menyampaikan hati-hati ini, apabila tidak, akan jadi permasalahan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Ia mengungkapkan Jokowi berpesan agar para bupati berhati-hati soal pengelolaan anggaran dan gratifikasi.

“Pak Presiden menyampaikan hati-hati terutama soal dana, soal gratifikasi,” jelas Tatu.

KPK sebelumnya menangkap Bupati Bener Meriah Ahmadi bersama Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Dua kepala daerah yakni Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT), Selasa 3 Juli 2018 malam.

Menurut Ketua KPK Agus Rahardjo, penangkapan dua kepala daerah ini terkait kasus suap. “Sore hingga malam ini, KPK melakukan kegiatan penindakan di Aceh dan mengamankan 10 orang, yang terdiri dari 2 kepala daerah dan sejumlah pihak non PNS,” kata Agus.

Keduanya kini telah berstatus sebagai tersangka kasus dugaan suap pengalokasian atau penyaluran Dana Otonomi Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018. (wir/kum)