Senin, 16 Juli 2018 | 17:18 WIB

'My Generation' Angkat Realita Anak Jaman Now

foto

Administrator

IFI Sinema mengadakan Media Screening dan Gala Premiere Film ‘My Generation’ di CGV Pasir Kaliki Bandung, Jum'at malam (03/11). Acara tersebut di hadiri oleh seluruh pemain film 'My Generation'. 

Film ‘My Generation’ yang disutradarai oleh Upi ini merupakan sebuah film yang mengangkat realita kehidupan generasi millenials secara natural dimana mereka lebih kritis dalam menanggapi segala hal dan lebih berani mengungkapkan pendapat mereka tak terkecuali kepada orangtuanya, bahkan secara kritis mempertanyakan kembali nasihat atau larangan yang orangtua berikan kepada mereka yang menurut mereka belum tentu benar atau sesuai dengan karakter mereka. Kehidupan anak jaman now dengan segala problematika yang dihadapi serta beberapa karakter orang tua yang berbeda yang mencoba mengarahkan anak-anak nya yang notabene adalah anak generasi millenials untuk menjadi sesuai harapan mereka. Perbedaan karakter antar generasi yang sangat gamblang tertuang dalam film ini, seperti itulah yang terjadi di kehidupan nyata saat ini yang tak dapat dipungkuri.

Di film ini pun, Upi menggarapnya secara serius, bahkan hingga ke percakapan-percakapan yang terjadi diantara anak muda yang memang merupakan obrolan yang terjadi saat ini dimana anak-anak muda sekarang kebanyakan berbahasa secara bilingual Indonesia dan Inggris. Naskah untuk percakapan pun merupakan hasil riset intensif secara 2 tahun yang dilakukan Upi secara social media listening dimana Upi mengamati obrolan-obrolan yang terjadi di dunia maya yang memang bersentuhan dengan dunia generasi millenialssecara random, tentang banyak hal baik orang tua, sekolah, lingkungan hingga teman-temannya, sehingga percakapan yang terjadi di film ini pun murni percakapan yang memang terjadi saat ini, tanpa merekayasa.

"Ini merupakan sebuah realita hidup yang coba saya tuangkan dalam film, sehingga film ini bukan bermaksud menggurui atau menjudge generasi millenials tetapi memberikan referensi terkini bagaimana kondisi generasi millenials secara lebih dekat," ujar Upi.

“Dalam membuat sebuah film, memang saya selalu tertantang untuk membuat angle-angle yang berbeda dan untuk film remaja, saya tidak ingin mengangkat seputar romantisme percintaan anak  muda, tetapi saya ingin mengangkat generasi millenials saat ini yang unik yang cukup menyedot perhatian masyarakat dari kacamata mereka. Untuk mendapatkan percakapan natural untuk naskah, saya tidak menggunakan metode survey interview langsung ke anak muda karena biasanya mereka sedikit enggan untuk mengungkapkan pendapat murni seputar orang tua atau pun sekolah, tetapi melalui pengamatan sosial media, dimana saya mendapatkan obrolan murni yang terjadi yang sangat bagus untuk diungkapkan dan diangkat ke dalam film sehingga nantinya penonton akan mengetahui sudut pandang generasi millenials dalam menanggapi berbagai hal dalam dirinya secara  real, yang ternyata sudah sangat jauh pemikiran dan tindakan mereka dari yang kita bayangkan. Ini merupakan sebuah realita hidup yang coba saya tuangkan dalam film, sehingga film ini bukan bermaksud menggurui atau menjudge generasi millenialstetapi memberikan referensi terkini bagaimana kondisi generasi millenials secara lebih dekat," lanjut Upi. 

Secara sinopsis, film ‘My Generation’ bercerita tentang persahabatan 4 anak SMU, Zeke, Konji, Suki dan Orly. 

Di awali dengan gagalnya mereka pergi liburan karena video buatan mereka yang memprotes guru, sekolah dan orang tua menjadi viral di sekolah mereka.

Hingga mereka dihukum tidak boleh pergi liburan, tapi mereka terlalu keren untuk mengutuki keadaan dan membuat orang-orang yang sudah menghukum mereka puas.

Liburan sekolah yang terkesan tidak istimewa, justru membawa mereka pada kejadian dan petualangan yang memberi pelajaran sangat berarti dalam kehidupan mereka.

Keempat sahabat ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan konflik yang berbeda-beda pula.

Film ‘My Generation’ dibintangi oleh 4 pemain fresh yang menjadi bintang utamanya yaitu Bryan Langelo (sebagai Zeke), Arya Vasco (sebagai Konji), Alexandra Kosasie (sebagai Orly) dan Lutesha(sebagai Suki) serta para pemain senior yang menjadi orang tua yaitu Ira Wibowo dan Joko Anwar (orang tua Konji), Tyo Pakusadewo dan Karina Suwandhi (orang tua Zeke), Surya Saputra dan Aida Nurmala (orang tua Suki) dan Indah Kalalo (ibunda Orly).