Sabtu, 21 April 2018 | 14:22 WIB

Kepala SMA Negeri 2 Kota Cimahi, Drs. Yayat Supriyat, M.M.Pd.

Kemah Pendidikan Kepramukaan Upaya Tumbuh kembangkan Pendidikan Karakter

foto

Administrator/ist

Kepala SMA Negeri 2 Kota Cimahi, Drs. Yayat Supriyat, M.M.Pd.

Pramuka merupakan ektrakulikuler (ekskul) wajib yang harus dilaksanakan di setiap sekolah seluruh Indonesia, dan wajib diikuti oleh semua peserta didik dari mulai tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Menurut Kepala SMA Negeri 2 Kota Cimahi, Drs. Yayat Supriyat, M.M.Pd., karena pramuka ini ingklud dengan kegiatan sekolah yang wajib, maka pembelajaran pramuka ini harus sukses, tidak hanya numpang lewat. Ini sudah menjadi program SMA Negeri 2 dan bermakna, sehingga manfaatnya bisa diambil oleh siswa.

Berkaitan dengan kegiatan Kemah Pendidikan Kepramukaan yang dilaksanakan SMA Negeri 2 Kota Cimahi yang melibatkan seluruh kelas XI pada tanggal 3-4 November 2017 di Natural Hill Kota Cimahi, kata Yayat, dalam upaya menumbuhkembangkan pendidikan karakter. ìKami berupaya kegiatan kepramukaan ini diintegrasikan dengan kegiatan yang sifatnya bagaimana menumbuhkembagkan potensi siswa SMA Negeri 2,î tuturnya. Dengan pendidikan kepramukaan, katanya, kita integrasikan karena ada beberapa materi pelajaran yang dikaitkan dengan pendidikan kepramukaan, seperti dengan pelajaran fisika, kimia, biologi sampai kepada pembelajaran sosiologinya. Kita akan mengevaluasi dari kegiatan pendidikan kepramukaan ini, sejauh mana karakter anak setelah mengikuti kemah pendidikan kepramukaan selama dua hari ini, ujarnya.

Dijelaskan Yayat, kegiatan ini tidak hanya untuk kelas XI saja, tetapi sebulan sebelumnya kelas X pun melaksanakan hal yang sama. ìPendidikan kepramukaan ini lebih banyak kembali kealam, dan ternyata siswa sangat merespon positif. Anak-anak berharap kegiatan belajar tidak hanya dilaksanakan di kelas, tetapi dibawa ke luar kelas untuk mencari suasana baru, dan berkesan bagi siswa tuturnya. Dijelaskan Yayat, dirinya 2 akan mengembangkan pendidikan kebermaknaan. ìJadi nantinya makna apa yang bisa diambil, terutama dari kegiatan pendidikan kepramukaan ini bagi siswa itu sendiri. Kita juga akan evaluasi apa manfaatnya bagi siswa dari kegiatan ini, tandas Yayat. Di SMA Negeri 2, katanya, sejak dulu pendidikan kepramukaan ini terus dikembangkan secara berkesinambungan.

Insya Allah meski belum fokus pada prestasi di bidang kepramukaan, tetapi siswa sudah mulau terlihat geliatnya, dan kita mencoba untuk diapresiasi kembali,î kata Yayat. Siswa yang berprestasi di bidang kepramukaan, menurut Yayat, pihaknya sangat mengapresiasi. Bahkan, mulai dari seleksi masuk SMA Negeri 2 siswa yang memiliki prestasi di bidang kepramukaan difasilitasi. ìSiswa yang masuk melalui jalur pramuka kita terima, dan anak-anak ini nantinya bisa mengembangkan kepramukaan di sini.

Alhamdulillah kegiatan kemah pendidikan kepramukaan ini juga dibantu oleh siswa yang masuk lewat jalur prestasi pramuka,î ujar Yayat. Dijelaskan Yayat, kegiatan apa pun berkaitan dengan pembelajaran, seperti kepramukaan itu paling tidak terintegrasi, dan siswa ini kita coba bawa ke lingkungan masyarakat yang sebenarnya, tidak melulu belajar di kelas. ìKita memberikan peluang bagi siswa untuk mencari literasi di luar kelas, baik dari alam maupun media sosial. Saya harap dari dampak-dampak lingkungan yang ada untuk menjadi pembelajaran,î pungkasnya. (eryandi/îSJî)**