Senin, 10 Desember 2018 | 03:54 WIB

DIDUGA PANIK DIMINTA TANGGUNGJAWAB, PELAKU HABISI NYAWA MANTAN KEKASIH

foto

Administrator

Kapolres Bandung Ajun Komisaris Besar Indra Hermawan memberikan penjelasan seputar kasus pembunuhan terhadap gadis dibawah umur yang diduga tengah hamil (ist)

Diduga panik dimintai pertanggungjawaban oleh mantan kekasihnya SR (16), yang diduga tengah hamil, seorang pemuda berinisial R (16) ditemani D (14) dengan keji menghabisi nyawa korban di kawasan perkebunan Rancabolang, Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu.

Awal mula kejadian, menurut Kapolres Bandung Ajun Komisaris Besar Indra Hermawan, ketika orang tua korban melaporkan kehilangan anak mereka pada 11 September lalu ke Polsek Pasirjambu.

“Berjalannya waktu, aparat kepolisan mendapat informasi ada seorang petani menemukan sesosok mayat perempuan muda di Pasirjambu,” ujarnya di Mapolres Bandung, Selasa, 25 September 2018.

Dijelaskannya, saat menjalankan aktivitasnya petani tersebut  membawa anjing peliharaan, Minggu, 23 September 2018, saat itu anjingnya bertingkah-laku aneh dan terus menggonggong.

Bahkan anjing tersebut tak bisa dikendalikan dan berlari ke sebuah lokasi dan terus menggonggong. Setelah mengikuti anjingnya, ditemukan mayat perempuan tanpa mengantongi  identitas dalam kondisi mengenaskan.

“Diduga korban sudah meninggal dunia sejak 11 September 2018. Tubuh korban penuh luka.  Ada luka di bagian pelipis dan bekas cekikan di leher,” kata kapolres.

Dan setelah diperiksa, polisi memastikan bahwa mayat tersebut adalah  SR yang  menghilang dari rumahnya  sekitar 12 hari. Hasil visum sementara menyebutkan, kematian korban akibat dicekik.

Pelaku melakukan tindak pidana pembunuhan yang direncanakan terhadap korban yang masih di bawah umur dikarenakan korban menuntut kehamilannya.

Karena panik,  tersangka mengajak korban main ke tempat yang sepi, kemudian melancarkan aksinya di sebuah perkebunan teh di wilayah Kec. Pasirjambu Kab. Bandung.

Sejumlah barang bukti yang sudah diamankan polisi berupa barang milik korban seperti karet gelang merah, jam tangan warna hitam, gelang karet, jepit rambut. Sedangkan dari tersangka polisi menyita sebuah telefon seluler merk Blackberry putih dan sepeda motor merk  Jed Colled yang digunakan untuk kejahatan.

“Dalam kasus ini, pihaknya akan menerapkan Undang-undang perlindungan anak karena  kedua pelaku masih di bawah umur. Meski begitu,  tersangka tetap terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup,” tutur kapolres. (dan/bung wir).