Senin, 10 Desember 2018 | 03:56 WIB

DIDUGA TERIMA SUAP NAPI KORUPSI, KALAPAS SUKAMISKIN DITANGKAP KPK

foto

Administrator

dokument

SOREANGONLINE-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap kepala Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Wahid Husen, Sabtu (21/7) sekitar pukul 00.00 WIB.

Wahid ditangkap di kediamannya. Ia diduga menerima suap dari sejumlah napi korupsi. Selain Wahid, KPK juga menangkap driver Kalapas, Hendri JFU, dan dua orang napi korupsi Fahmi dan Andre.

“Ya, benar,” ucap Menkumham Yasonna Laoly, saat dihubungi kumparan, Sabtu (21/7). Wakil Ketua KPK Alexander Marwata juga membenarkan hal tersebut.

“Benar ada giat KPK di LP Sukamiskin. KPK mengamankan Kalapas. Sejauh ini baru itu yang dikonfirmasi. Ekspose nanti sore jam 19.00 WIB,” kata Alexander.

“Kalau di LP apalagi kalau bukan pemberian kemudahan kepada narapidana untuk keluar sel. Entah untuk izin berobat atau untuk urusan yang lain,” tuturnya.

Wahid Husen diangkat menjadi Kapalas Sukamiskin pada 14 Maret lalu. Sebelumnya Wahid memegang jabatan yang sama di Lapas 1 Madiun, Jawa timur.

Wahid diangkat menjadi Kalapas Sukamiskin untuk menggantikan kalapas sebelumnya, Dedi Handoko.

Lapas Sukamiskin merupakan lapas khusus untuk napi tahanan kasus korupsi. Beberapa nama koruptor kelas kakap masih menghuni lapas tersebut. Beberapa nama di antaranya, Akil Mochtar, Nazaruddin, Anas Urbaningrum, dan Setya Noovanto.

KPK membenarkan mengenai operasi tangkap tangan terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husen. Ia diduga ditangkap karena suap jual beli izin narapidana keluar lapas.

“Kalau di LP apalagi kalau bukan pemberian kemudahan kepada narapidana untuk keluar sel. Entah izin berobat atau untuk urusan lain,” sambung Alexander.

Lapas Sukamiskin merupakan kompleks bui yang berada di Bandung, Jawa Barat. Lapas ini merupakan tempat di mana para koruptor kelas kakap ditahan. Sebagai Lapas Kelas I, faktor keamanan di lapas ini juga sangat ketat.

http://www.soreangonline.com/2018/07/diduga-terima-suap-napi-korupsi-kalapas-sukamiskin-ditangkap-kpk/