Rabu, 24 Oktober 2018 | 13:21 WIB

Menulis Al-quran Dituntut Kesabaran

foto

Erika Erniany, Kelas XII PPU I

Menulis Al-quran itu kelihatannya gampang, namun setelah langsung dipraktikan ternyata susah, dan tidak bisa sembarang asal nulis. Jika salah dalam penulisan, maka akan berpengaruh besar terhadap makna yang sesungguhnya. Menulis Al-quran itu tidak semudah apa yang kita bayangkan, dan ternyata susah juga. Kita perlu kesabaran, ketelitian dan keseriusan, tutur Erika Erniany. Menurut siswi kelas XII PU I ini, dirinya memang baru pertama kali menulis Al-quran, dan rasanya senang juga, meski agak sedikit grogi.

Membaca Al-quran sih udah biasa, tapi kalau menulis secara serius ini yang pertama kali. Apalagi dalam kegiatan khatam menulis Al-quran ini secara bersama-sama, Jadi kita perlu kosentrasi supaya tidak salah dalam cara penulisannya, ujar Erika. Menurut Erika, ada banyak hikmah yang bisa diambil dari kegiatan khatam menulis Al-quran ini, dan ini merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter di sekolah. ìSelain senang, dan bisa menambah ilmu khususnya di bidang keagamaan, maka dari kegiatan ini kita juga dituntut untuk sabar, teliti, cermat dan disiplin, ujarnya.

Dengan khatam menulis Al-quran ini, kata Erika, paling tidak kita mengetahui bagamana cara menulis Al-quran yang benar itu. ìLebih dari itu tentunya untuk memupuk keimanan dan ketakwaan kita. Dengan menulis pastinya kita membaca juga Al-quran. Sebab apalah artinya kita menulis kalau tidak membaca dan mengetahui maknanya, tandas Erika mantap. Erika berharap khatam menulis Al-quran di SMK Negeri 12 akan terus berlanjut secara berkesinambungan. ìMudah-mudahan ke depan untuk angkatan selanjutnya khatam menulis Al-quran ini akan lebih baik lagi, ujarnya. (eryandi)**