Rabu, 21 November 2018 | 07:47 WIB

20 Ribu Ton Beras Impor dari Vietnam Tiba di Banyuwangi

foto

Administrator

dokument

KBRN, Banyuwangi: Sebanyak 20.000 ton beras impor asal Vietnam tiba di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, dan saat ini mulai bongkar muat dari kapal berbendera Vietnam, MV. Vinaship Diamond pada Jum'at (23/2/2018).

Beras asal Vietnam yang sudah dikemas 50 kg tersebut, merupakan bagian dari rencana impor beras sebesar 500.000 ton yang dilaksanakan oleh Perum Bulog dan Kementerian Perdagangan untuk menekan harga beras kualitas medium yang tidak terkendali beberapa waktu lalu.

Manager SDM, Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi, Adi Nurcahya, JUm'at (23/2/2018) mengatakan kapal MV. Vinaship Diamond yang memiliki panjang 153.3 meter dan GT 14.397 berbendera Vietnam tersebut sudah sandar sejak, Kamis (22/2/2018), dan mereka akan sandar semalam 12 hari untukk proses bongkar muat, beras impor sebanyak 20.000 ton.

"Kamis pagi datang dan sandar di pelabuhan, dan rencannya akan sandar di pelabuhan Tanjungwangi selama 12 hari," ungkap Adi Nurcahya. 

Sebelum dimulainya aktifitas bongkar bahan pangan, telah dilaksanakan proses pengecekan dokumen maupun segel barang secara bersama oleh beberapa instansi, mulai dari Disperindag, Bulog, Bea Cukai, Balai Karantina, KSOP serta Sucofindo yang dilakukan pada hari Kamis (22/2).

"Begitu sandar kapal tersebut langsung kita cek kelengkapan dokumenya bersama beberapa instansi, seperti Bea Cukai, Bulog dan instansi lainnya," tambah Adi Nurcahya.

Beras - beras yang sudah dibongkar tersebut langsung dibawa dan disimpan di gudang Bulog Ketapang 1 dan Ketapang 2 yang jaraknya kurang dari satu kilometer dari pelabuhan, dan beras - beras tersebut nantiny akan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan beras di Indonesia Timur. (Son/AKS)

 

http://rri.co.id/post/berita/494760/ekonomi/20_ribu_ton_beras_impor_dari_vietnam_tiba_di_banyuwangi.html