Rabu, 24 Oktober 2018 | 13:17 WIB

FKSMKPI Gelar Kongres ke-6 di Surabaya

foto

Sejak berdirinya Forum Komunikasi SMK Penerbangan Indonesia (FKSMKPI) pada tanggal 18 April 2006 silam, forum ini secara rutin melaksanakan kongres. Penyelenggaraan kongres ke-6 tahun ini berlangsung di Politeknik Penerbangan (dh. ATKP) Surabaya, 26-28 Oktober 2017. FKSMKPI ini diketuai Drs. H.R. Muhammad Lukman, M.Si yang juga sebagai Kepala SMK Negeri 12 Kota Bandung sejak dua tahun lalu.

Dibawah kepemimpinan Lukman, FKSMKPI ini telah menjadi forum resmi yang yang berbadan hukum dengan Surat Keputusan Meneteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Nomor AHU.757.AH.02.0 tertanggal 18 Januari 2016. Dengan berbekal badan hukum tersebut, maka forum ini pun sudah melaksanakan kerjasama secara resmi dengan Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Surabaya yang sekarang berubah menjadi Teknik Penerbangan. Menurut Lukman, dari kerjasama terssebut telah beberapa kali melaksanakan diklat bagi guru penerbangan Indonesia, baik di bidang teknik pesawat udara maupun diklat assessor LPS P1, dan kerjasama ini juga meliputi rekruitmen taruna-taruni ATKP secara khusus. Ke depan Politeknik Penerbangan akan memberikan jatah kuota bagi masing-masing 5 taruna dan SMK Penerbangan Indonesia untuk mengikuti kursus singkat bersertifikat secara gratis, ujar Lukman.

SMK Penerbangan di Indonesia yang tercatat dalam DAPODIK, kata Lukman, ada 57 Sekolah, namun yang tergabung dalam Forum ini baru 41 sekolah. Sedangkan yang hadir dalam kongres ke-6 ada 32 sekolah dengan jumlah peserta 48 orang, karena dari satu sekolah ada yang mengirimkan 2 orang. Dalam rangkaian pelaksanaan kongres, jelas Lukman, para peserta dibekali berbagai materi dan informasi, antara lain dari Direktur Politeknik Penerbangan Surabaya (Bapak Ir. Setyo), Manager Garuda Maintenance Fasiliti (GMF) Bapak, Dierktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP P1) Politeknik Penergangan Surabaya, Ketua Prodi Teknologi Pesawat Udara Universitas Kebangsaan, dan Instruktur Nasional Kurikulum 2013 (Drs. H. Nanang Yusuf Nurdin, M.Si. Menurut Lukman, hasil kongres menetapkan, antara lain disahkannya Anggaran Dasar, dan ditetapkannya Anggaran Rumah Tangga Forum yang baru, karena AD/ART yang lama dinyatakan hilang pada saat pergantian kepengurusan, pengelolaan Siswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) di GMF masih dipercayakan kepada Forum, sesuai Naskah Kerjasama Forum dengan GMF, pengesahan Keputusan Ketua Forum SMK PI tentang iuran anggota yang besarnya satu juta rupiah (rp. 1.000.000) per tahun.

Dijelaskan Lukman, tugas Forum ke depan melaksanakan Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan untuk para Taruna SMK Penerbangan Indonesia, hal ini dimaksudkan adanya kesamaan dasar penanaman Fisik dan mental serta kedisiplinan yangv standar dibutuhkan oleh calon Crew Teknisi Pesawat Udara. Melaksanakan berbagai Pendidikan dan Latihan Bagi Guru SMK Penerbangan yang saat ini tidan ada LPTK nya, dalam arti tidak ada perguruan tinggi khusus yang mencetak Calon Guru Teknologi Pesawat Udara. Hal ini cukup mendesak, tambahnya, karena para Guru Penerbangan dalam dua tiga tahun mendatang akan habis. Menyelenggarakan Lomba Kompetensi Siswa antar Siswa SMK Penerbangan yang tidak terakomodir dalam event LKS yang diselenggarakan Kemendikbud.

Mengupayakan terselenggaranya Rapat Kerja Program Keahlian Teknologi Pesawat Udara yang melibatkan berbagai kementrian terkait, seperti yang pernah dilaksanakan dua tahun yang lalu, dimana segala biayanya ditanggung Direktorat PSMK Kementrian Pendidikan Nasional, ujar Lukman. Di dalam kegiatan ini, menurut Lukman, nantinya akan dibahas berbagaii permasalahan Sekolah (SMK) Penerbangan, dari mulai Sumber Daya Manusia, Sarana Prasarana Praktek siswa, sampai kepada prospek penerbangan di Indonesia yang semaki membaik. Karena Penerbangan merupakan transportasi yang paling baik di negara kepulauan seperti Indonesia, terlebih lagi bahwa jika dilihat dari angka kecelakaan saat ini transportasi yang paling aman adalah transportasi udara. (eryandi/SJ)**