Sabtu, 21 April 2018 | 14:18 WIB

Spektakuler, Khatam Menulis Al-quran

foto

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si.,

Salah satu nilai yang terkandung dalam penguatan pendidikan karakter adalah religius, dan sangat tepat jika SMK Negeri 12 dalam penguatan pendidikan karakter ini melalui khatam menulis Al-quran. Ini sangat spektakuler, karena dalam kegiatan ini 2 munshaf Al-quran bisa diselesaikan oleh siswa-siswi SMK Negeri 12. Ini sangat luar biasa, kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si dalam sambutannya pada acara Pendidikan Karakter Melalui Khatam Menulis Al-quran di Aula SMK Negeri 12 Kota Bandung belum lama ini.

Dihadapan siswa yang berjumlah 1.206 orang, Hadadi menegaskan, cara menulis Al-quran itu tidak mudah, perlu kedisiplinan dan ketelitian. Sebab jika salah dalam penulisannya akan merubah artinya. Jadi kalian dalam mengerjakan penulisan Al-quran ini harus lebih teliti, cermat, sabar dan disiplin, kata Hadadi seraya menambahkan, untuk lebih mempertebal keimanan dan ketakwaan. Dengan keimanan dan ketakwaan, menurut Hadadi, kalian yang akan menjadi pemimpin di masa depan akan mempercayai Al-quran, sehingga mau membaca dan mempelajari makna yang terkandung dalam Al-quran. Orang yang tidak membaca Al-quran, katanya, adalah orang-orang yang tidak beriman.

Mengapa wahyu pertama diturunkan dengan perintah iqra atau bacalah. Iqra atau bacalah merupakan perintah, seruan, dan tugas ilahiah yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW. Perintah itu kemudian ditujukan kepada seluruh manusia, katanya. Apakah kalian suka membaca Al-quran, kata Hadadi? Siapa yang suka membaca Al-quran, tolong angkat tangannya, pinta Hadadi. Seketika pertanyaan Kadisdik Jabar dijawab gemuruh para siswa. Suka, katanya. Al-quran adalah pembeda antara yang hak dan yang bathil. Al-quran juga obat, terutama penyakit hati. Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang suka membaca Al-quran, tuturnya.

Melalui kegiatan ini, jelas Hadadi, SMK Negeri 12 akan membawa siswanya ke jalan yang baik, tetapi dengan catatan kalian mau mengikuti aturan yang diterapkan sekolah. Janganlah keimanan dan ketakwaan kalian hancur gara-gara terpancing emosi dan terlibat tawuran, serta terjerumus dalam masalah narkoba. Kedua hal tersebut akan menghancurkan masa depan kalian, ujarnya. (eryandi/SJ)**