Selasa, 19 Juni 2018 | 11:56 WIB

Harus Dicegah, Masjid Jangan Sampai Jadi Arena Berpolitik

foto

Administrator

KH. Ahmad Imron dari pengasuh Pondok Pesantren Darul Falahiyah-Cisoka, sebagai penceramah. Turut hadir, Ketua DKM Masjid Jami’ Nurul Wathan, H. Mustajab, Lurah Sunter Agung, H. Andi Dirham serta tokoh lainnya.

Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Masjid Jami’ Nurul Wathan Sunter, yang terletak di jalan Agung Barat 8 No 1A blok b RW 010, Sunter Agung, Jakarta Utara, menggelar acara Tabligh Kebangsaan, Sabtu (10/3/18).

Acara bertema “Masjid Sebagai Sarana Memperkokoh Ukhuwan Islamiyah”, menghadirkan KH. Ahmad Imron dari pengasuh Pondok Pesantren Darul Falahiyah-Cisoka, sebagai penceramah. Turut hadir, Ketua DKM Masjid Jami’ Nurul Wathan, H. Mustajab, Lurah Sunter Agung, H. Andi Dirham serta tokoh lainnya.

Dalam sambutanya H. Andi Dirham sangat mengapresiasi kegiatan tabligh kebangsaan ini dan kegiatan seperti ini memang sudah harus segera dilaksanakan di setiap wilayah mengingat, sudah memasuki tahun politik.

“Oleh karena itu mari kita berikan kesejukan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” kata H. Andi dalam sambutannya.

Diungkapkan, kalau tidak segera di ingatkan sedini mungkin, utamanya kepada para tokoh masjid dan pemuka agama di masyarakat, nanti dapat berakibat terpecahnya umat.

Sementara itu KH. Ahmad Imron dalam tausiyah kebangsaannya mengatakan bahwa menjauhkan masjid dari hingar bingar politik adalah tanggung jawab kita bersama.

“Umat islam tidak boleh alergi politik namun jangan menggunakan masjid untuk menyalurkan syahwat politik, ini yang tidak boleh,” ujurnya.

“Kini banyak kelompok yang mengubah fungsi Masjid sebagai tempat ibadah. Ini harus di cegah karena dapat merusak keumatan ditengah-tengah kemajemukan kita,” tegasnya.

Menurutnya, Agama Islam sebagai rahmattan lil alamin yang membawa kesejukan di dalam hati sanubari pemeluknya, harus tetap dijaga khitahnya.

“Untuk itu sudah menjadi kewajiban umat muslim dalam menjalankan shalat guna menghindari perbuatan keji dan mungkar dengan mengembalikan peran masjid seutuhnya sebagai tempat sarana beribadah umat Islam.”

Ustaz Imron mengatakan, masjid yang merupakan poros kehidupan umat, dalam merefleksikan emosional sesama umat agar tidak ternoda dengan datangnya oknum tertentu demi tujuan dan misi terselubung terhadap ambisi kelompok atau pribadi para politisi, apalagi hanya demi meraih simpati dan dukungan suara.

“Sebagai umat muslim kita harus faham agar jangan sampai tertipu oleh intrik-intrik politik yang dibawa masuk oknum tertentu ke lingkungan masjid,” tegasnya.

Selain itu ia juga berpesan, umat harus menjaga fungsi masjid seutuhnya sebagai sarana penyejuk umat karena, jika fungsi masjid sudah terkontaminasi oleh kepentingan politik, dan dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini dapat berdampak terhadap bergesernya aqidah umat Islam.

“Ini dapat terjadi apabila peran masjid telah berubah dari tempat sarana ibadah menjadi tempat berkumpulnya oknum untuk melakukan manuver politik memuluskan ambisinya dalam meraih kekuasaan tanpa memikirkan kemaslahatan umat,” ucapnya. [ipk]

https://telusur.co.id/2018/03/10/harus-dicegah-masjid-jangan-sampai-jadi-arena-berpolitik/