Senin, 20 Agustus 2018 | 12:39 WIB

DUA RIBU KIOS TUTUP, AKTIVITAS JUAL BELI DI PASAR CIWIDEY LUMPUH TOTAL

foto

Administrator

dokument

Aktivitas jual beli di Pasar Ciwidey Kab. Bandung, lumpuh total terkait adanya agenda  putusan gugatan class action pedagang terhadap bupati dan kawan kawan di Pengadilan Negeri Bale Bandung, Selasa 17 April 2018.

Menurut kuasa hukum pedagang, Dasep Kurnia Gunarudin, SH,MM saat dikonfirmasi, sekitar 2.000 kios tutup. “Ini sebagai bentuk solidaritas dan dukungan sebagian pedagangnya mendatangi kantor pengadilan untuk menyaksikan sidang putusan,” kata Dasep.

Para wakil kelompok pasar yang berjumlah 7 orang dari setiap blok di pasar Ciwidey diantar oleh ratusan rekan rekan pedagang sekitar pukul  07.00 WIB berangkat menuju pengadilan dan mendapat pengawalan ketat dari anggota Polsek Ciwidey dan Polres Bandung.

Mereka tiba di pengadilan sekitar pukul  08.00 WIB, dibawah pengawalan ketat anggota kepolisian. Petugas membatasi para pedagang masuk kehalaman kantor pengadilan.

Namun, setelah bernegosiasi cukup alot antara koordiantor rombongan, Hilman Mutaqin  dengan petugas akhirnya pihak kepolisian mengijinkan ratusan pedagang memasuki halaman pengadilan.

Selain itu, lanjut Dasep, karena keterbatasan ruangan sidang, hanya sebagian pedagang yang diizinkan masuk, sedangkan pedagang lainnya menunggu di halaman pengadilan.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pedagang yang melakukan gugatan class action kepada Bupati dan kawan kawan kecewa. Pasalnya, sidang dengan agenda pembacaan putusan yang seharusnya dibacakan hari Selasa 17 April 2018 di tunda oleh Majelis Hakim sampai 26 April mendatang.

Menurut ketua majelis hakim, putusan tidak bisa dilaksanakan Selasa siang ini karena banyaknya perkara yang masuk salah satunya perkara pidana yang harus segera diputus karena masa penahanan akan segera berakhir.

“Mendengar ucapan hakim tersebut sontak disambut teriakan kekecewaan dari para pengunjung yang sebagian besar pedagang pasar Ciwidey,” tuturnya (bung wir)