Senin, 24 Sepember 2018 | 05:49 WIB

DPD PDI-P JABAR PECAT BUPATI BANDUNG BARAT ABU BAKAR

foto

Administrator

Bupati Bandung Barat Abu Bakar

Ibarat pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin itulah yang saat ini dialami  pada sosok Bupati Bandung Barat, Abu Bakar.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji, Abu Bakar secara resmi dipecat sebagai ketua DPC PDI-P Kab. Bandung Barat oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Jawa Barat, terhitung hari ini, Jumat 13 April 2018.

Selanjutnya partai menunjuk Yadi Srimulyadi sebagai pelaksana tugas Ketua DPC PDI P Kabupaten Bandung Barat menggantikan posisi Abu Bakar.

Demikian disampaikan Sekretaris DPD PDI-P Jawa Barat, Abdy Yuhana dalam konferensi pers di kantor DPD PDI-P Jawa Barat di Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Jumat sore.

“Partai juga memecat Pak Abu Bakar dari keanggotaannya sebagai anggota PDI Perjuangan,” kata Abdy.

Ditambahkan, keputusan DPD PDI-P Jawa Barat untuk memecat Abubakar sudah sesuai dengan instruksi Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dalam surat edaran yang dikeluarkan pada tahun 2015 lalu.

Surat instruksi DPP ini sudah jelas tidak boleh melakukan korupsi karena tidak sesuai perjuangan partai. Kalau terjadi, kader yang berurusan dengan hukum, maka partai memberhentikannya. Baik dalam posisi struktur partai, juga dari keanggotaan partai.

Seperti diketahui, Bupati Bandung Barat Abubakar ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji yang bertentangan dengan kewajibannya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Bandung Barat Abu Bakar setelah menjalani pemeriksaan. Mantan Sekda Kab. Bandung itu ditahan selama 20 hari pertama untuk kepentingan penyidikan.

Selain Bupati Abu Bakar,  KPK juga sebelumnya menahan tiga pejabat Kabupaten Bandung Barat lainnya, yaitu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Weti Lembanawati, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Adiyoto dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bandung Barat Asep Hidayat.

Weti, Adityo dan Bupati Abu Bakar diduga sebagai penerima suap. Sedangkan Asep diduga menjadi pihak pemberi suap. Saat OTT, KPK mengamankan barang bukti sebesar Rp 435 juta. (wir/kom)