Senin, 16 Juli 2018 | 21:14 WIB

BUPATI ABU BAKAR RESMI DITAHAN KPK BERSAMA TIGA PEJABAT KBB LAINNYA

foto

Administrator

Bupati Bandung Barat, Abu Bakar mengenakan rompi orange diapit dua petugas KPK usai menjalani pemeriksaan (ist)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Bandung Barat Abu Bakar setelah menjalani pemeriksaan. Mantan Sekda Kab. Bandung itu ditahan selama 20 hari pertama untuk kepentingan penyidikan.

Sebelumnya KPK menahan tiga pejabat Kabupaten Bandung Barat lainnya, yaitu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Weti Lembanawati, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Adiyoto dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bandung Barat Asep Hidayat.

Weti, Adityo dan Bupati Abu Bakar diduga sebagai penerima suap. Sedangkan Asep diduga menjadi pihak pemberi suap. Saat OTT, KPK mengamankan barang bukti sebesar Rp 435 juta.

“Abubakar diduga menerima hadiah atau janji yang bertentangan dengan kewajibannya,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (12/4/2018).

Selain itu, KPK menduga, Abubakar meminta uang kepada sejumlah kepala dinas untuk kepentingan pencalonan istrinya, Elin Suharliah, sebagai calon bupati Bandung Barat.

Permintaan tersebut disampaikan dalam beberapa kali pertemuan antara Abubakar dengan kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang diadakan pada bulan Januari, Februari, dan Maret 2018.

Abu diduga menerima suap dari lima satuan kepala perangkat daerah (SKPD) di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengaku masih akan mempelajari kasus tersebut. Pasalnya, Febri tidak menampik Abu diduga juga menerima suap dari pihak lain.

“Kemungkinan ada atau tidak dari lima itu kami memang dapat info ada dugaan selain lima dinas tersebut. Tapi kami perlu kami klarifikasi lebih lanjut. Perlu kami dalami penyidikan ini,” ujar Febri di Gedung KPK.

Seharusnya, Abu Bakar ikut ditangkap dalam operasi tangkap tangan pada Selasa (10/4). Namun, saat penyidik mendatangi rumahnya, ia meminta untuk tidak dibawa ke Jakarta lantaran akan menjalani kemoterapi.

Akan tetapi, setelah penyidik mengabulkan permohonan Abu Bakar dan meninggalkan kediamannya, Abu Bakar malah menggelar konferensi pers. Dia menyebut kedatangan KPK saat itu hanya memberikan klarifikasi isu semata.

Sementara itu, enam petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kediaman, Bupati Bandung Barat, Abubakar di jalan Mutiara, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Penggeledahan itu juga dilakukan di beberapa kantor di Komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Kamis (12/4)

Petugas KPK langsung memasuki ruangan Bupati Bandung Barat Abubakar, selanjutnya menuju kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) di lantai empat Gedung C Komplek perkantoran Pemkab Bandung Barat. (wir/kum/rep)

http://www.soreangonline.com/2018/04/bupati-abu-bakar-resmi-ditahan-kpk-bersama-tiga-pejabat-kbb-lainnya/