Jumat, 21 Sepember 2018 | 21:42 WIB

KASATPOL PP KAB. BANDUNG BINGUNG, MESKI DIRAZIA, MIRAS TETAP BEREDAR

foto

Administrator

Sebanyak 152 jerigen berisi tuak yang disita petugas hingga kini masih berada di halaman kantor Satpol PP Kab. Bandung.

Pasca tewasnya belasan warga Cicalengka, Rancaekek dan Cileunyi Kab. Bandung, jajaran Satpol PP Kab. Bandung kembali menyisir tempat tempat yang dijadikan peredaran miras oplosan dan tuak.

“Saya heran, meskipun dirazia rutin, ada saja yang mengedarkan miras oplosan yang mengakibatkan belasan korban tewas,” ujar Kasatpol PP Kab. Bandung, Usman Sayogie kepada Soreangonline.com, Senin 9 April 2018.

Padahal, kata dia, empat hari sebelum  kejadian, pihaknya berhasil mengamankan 152 jerigen berisi tuak yang diangkut truk untuk dipasarkan di daerah Cicalengka.

”Minuman haram hasil razia itu sampai sekarang masih berada di halaman kantor dan belum dimusnahkan, karena menunggu proses pengadilan,” kata Usman.

Diakuinya, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah untuk mencegah peredaran miras dan tuak di Kabupaten Bandung, khususnya di Cicalengka.

Ia berharap ada upaya efek jera terhadap para pelaku pengedar miras, yaitu dikenakan sanksi berat berupa denda hingga di atas Rp 50 juta.

“Putusan pengadilan harus diperberat, jangan hanya didenda Rp 500 ribu sampai Rp 5 juta. Apalagi,  sampai harus dikembalikan lagi ke pemiliknya. Ini tidak akan membuat mereka jera dan kapok,” katanya.

Sementara itu, korban minuman keras oplosan di Cicalengka Kab. Bandung  bertambah menjadi 14 orang. Awalnya ada 11 korban sampai Sabtu siang, bertambah 1 orang meninggal malam harinya, dan subuh hari ini (Senin, 9 April 2018) sudah ada 14 orang meninggal dunia. (bung wir)