Rabu, 24 Oktober 2018 | 13:18 WIB

SETIAP SKPD DIMINTAI UANG RP 65 JUTA UNTUK BUPATI ABUBAKAR

foto

Administrator

dokument

SOREANGONLINE-Sidang kasus dugaan suap Bupati Kabupaten Bandung Barat, Abubakar kembali digelar di Pengadilan Tipikor, Jalan LLRE Martadinata Bandung, Senin 30 Juli 2018.

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi untuk terdakwa Asep Hikayat, yaitu mantan Kepala Badan Kepegawaian Kabupaten Bandung Barat, sebagai pemberi suap.

Sejumlah saksi yang memberi keterangan adalah Kasubbag Keuangan Bappeda, Aang Anugerah, Kepala Disnakan, Ida Nurhamidah, Sesdiknakan Heru Budi Purnomo, Kadis PUPR Anugerah, Elli Susanti staf Dinas PUPR dan Rahman, staf Disnakan Pemkab Bandung Barat.

Dalam kesaksiannya, Aang Anugerah, menyebutkan bahwa setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dimintai uang Rp 65 juta untuk Bupati Abubakar dengan dikumpulkan di Kepala Bappeda Kabupaten Bandung Barat, Adiyoto.

“‎Yaitu DPMPTSP, Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan, DPKAD, Dinas Lingkungan Hidup dan Balitbangda. Uangnya dikumpulkan di saya,” aku Aang.

Selama persidangan, Aang menyebut uang itu untuk keperluan “bapak”.

Jaksa lantas menanyakan siapa bapak tersebut. “Bapak ini siapa, uang untuk apa?,” tanya Feby, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Aang langsung menjawab, “Bapak ini, pak Bupati Abubakar, uang untuk (pemenangan) Pilkada KBB,” kata dia.

Dalam kasus ini, selain Abubakar dan Asep Hikayat jadi terdakwa, ‎juga Kadisperindag, Weti Lembanawati dan Kepala Bappeda, Adiyoto. Diduga Abubakar menerima uang suap dari SKPD untuk keperluan pilkada.