Rabu, 24 Oktober 2018 | 13:19 WIB

BAYAR RATUSAN JUTA, NAPI SUKAMISKIN PEROLEH FASILITAS TAMBAHAN

foto

Administrator

Kalapas Sukamiskin Wahid Husen (Foto: Facebook/Wahid Husen)

Pasca tertangkapnya Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, KPK menduga ada bisnis jual beli sel dan izin keluar di Lapas Sukamiskin.

KPK memperkirakan tarif awal jual beli sel Lapas Sukamiskin berkisar Rp 200 juta hingga Rp 500 juta.

“Kami sedang teliti soal tarif itu, tapi dari informasi awal untuk mendapatkan fasilitas tertentu berkisar Rp 200 juta sampai Rp 500 juta,” ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat konferensi pers di KPK, Sabtu (21/7).

Tarif jual beli sel yang dimaksud adalah dengan membayar uang sejumlah Rp 200-Rp 500 juta, napi mendapatkan fasilitas tambahan. Mulai dari kamar khusus hingga berbagai fasilitas di kamar khusus tersebut.

“Izin kepemilikan Handphone dengan beragam fasilitas di kamar juga jadi bisnis di lapas tersebut,” tambahnya.

Selain itu, KPK juga menemukan penyimpangan diskrimimatif yang diberikan sejumlah pihak dengan menyetor uang. Mulai dari kepemilikan handphone, jam besuk yang lama, hingga fasilitas tambahan seperti AC, dispenser, TV, kulkas, seperti ada bisnis dalam penjara,” ujar dia.

“KPK sangat menyesalkan kasus ini, karena yang selama ini rumor, ternyata terbukti  di lapas itu banyak penyalahgunaan kewenangan,” tuturnya.

Kata dia, sejak Maret 2018, napi korupsi Fahmi Darmawansyah membeli fasilitas-fasilitas tersebut dari Kalapas Sukamiskin yang ditangkap, Wahid Husen. Ia juga membeli tambahan waktu jenguk dari oknum lapas.

http://www.soreangonline.com/2018/07/bayar-ratusan-juta-napi-sukamiskin-peroleh-fasilitas-tambahan/