Senin, 20 Agustus 2018 | 12:40 WIB

KPK AKAN BENTUK KORWIL, PANTAU KORUPSI DI DAERAH

foto

Administrator

dokument

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  akan membentuk koordinator wilayah (korwil) di seluruh daerah di Indonesia yang nantinya akan bertugas untuk memantau dan mengawasi dugaan korupsi di daerah.

“Kedepannya KPK akan ada korwil yang akan memantau daerah-daerah termasuk juga Aceh, pintu-pintu yang rawan memicu korupsi,” jelas Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat acara Pembekalan Antikorupsi dan Deklarasi LHKPN Pasangan Calon Kepala Daerah se-Aceh di Aula Serbaguna Pemprov Aceh, Kamis (26/4) dalam keterangan tertulisnya.

Saut mengatakan, korwil tersebut juga akan bertugas untuk memantau jalannya pilkada. Sehingga calon kepala daerah yang terpilih memiliki sifat jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil.

“Tentu KPK berharap agar pilkada ini ke depannya, rakyatnya datang dengan gembira, penyelenggara bekerja dengan profesional, dan calon pasangan memiliki integritas dan cerdas,” terangnya.

Melalui korwil tersebut, kata Saut, masyarakat dapat melaporkan ke KPK jika terdapat dugaan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Para calon kepala daerah ini ke depannya akan menyusun APBD, kalau ada yang ngeyel-ngeyel dan tarik menarik segera lapor ke KPK,” imbuhnya.

Saut berharap agar segala bentuk pencegahan korupsi, termasuk melalui pembentukan korwil bisa menekan korupsi di daerah. Saut mengaku prihatin dengan semakin banyaknya kasus korupsi di daerah.

“Kami di KPK merasakan perubahan sangat lambat, OTT nambah, case building nambah. Namun, KPK juga menekankan bagaimana agar pencegahan bisa menekan tindak korupsi,” pungkasnya. (kum)