Rabu, 21 November 2018 | 07:45 WIB

Wakapolda: Tanjakan Emen Perlu Rekayasa Fisik

foto

Administrator

dokument

BANDUNG - Wakapolda Jabar Irjen Polisi Supratman mengatakan, analisis sementara terhadap kondisi jalan tanjakan Emen di Ciater Subang Jawa Barat diperlukan rekayasa fisik infrastruktur untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas yang selama ini sering terjadi di daerah itu. Hal itu diungkapkan Supratman, Minggu (11/2/2018), menanggapi kecelakaan maut bus pariwisata yang menewaskan 27 orang.

"Kita kan sudah bentuk tim khusus gabungan polisi dan Dishub. Tim akan meneliti penyebab kecelakaan, termasuk meneliti kondisi jalan yang ada. Tetapi perhatian awal saya mungkin di situ perlu dibuat jalur khusus untuk mengantisipasi rem blong," katanya.

Menurut Supratman, jalur khusus itu untuk jalur penyelamatan ketika ada kendaraan yang remnya blong bisa diarahkan ke jalur khusus itu agar kendaraan berhenti.

"Di sana kan ada tebing, jadi mungkin tebing itu kita pangkas untuk membuat jalur khusus buangan mobil yang mengalami rem blong," jelasnya.

Namun Supratman juga menjelaskan, keputusan itu tetap harus menunggu penelitian dari tim gabungan yang kini sedang bekerja.

"Kita tunggu tim gabungan yang sekarang tengah melakukan penelitian dan penyelidikan atas kejadian kemarin itu," katanya.

Supratman juga mengingatkan agar sopir, kru, dan pemilik bus agar tetap berhati-hati dan tetap merawat dan memeriksa kelaikan kendaraannya secara rutin apalagi yang sering melalui medan atau jalur rawan seperti tanjakan Emen. (Pun)

http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/27439/2018/02/12/Wakapolda-Tanjakan-Emen-Perlu-Rekayasa-Fisik