Kamis, 23 Mei 2019 | 13:01 WIB

CURUG JOMPONG KENDALIKAN BANJIR CITARUM, BUPATI : MASYARAKAT MOHON BERSABAR

foto

Administrator

Bupati Bandung, Dadang Naser (tengah) mendampingi Presiden Jokowi (kanan) dan Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum (kiri) meninjau pembangunan terowongan Nanjung di Curug Jompong, Minggu kemarin. (Humas Pemkab Bandung)

Bupati Bandung H. Dadang M.Naser,SH,S.Ip.,M.Ip mendampingi Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, melakukan peninjauan pembangunan terowongan Nanjung di Curug Jompong Desa Lagadar Kecamatan Margaasih, Minggu (10/3/2019).

Pembangunan dua Terowongan Nanjung sepanjang 230 meter itu merupakan bagian dari solusi masalah banjir tahunan yang kerap terjadi di wilayah Bandung Selatan, juga bertujuan untuk memperlancar aliran sungai Citarum di Curug Jompong, dan mengurangi banjir dan luas genangan yang sering terjadi pada saat musim hujan di Kecamatan Dayeuh Kolot dan sekitarnya.

Setelah beberapa kali melakukan pembahasan bersama DPRD provinsi Jawa Barat, kata Bupati, pembangunan terowongan Curug Jompong akhirnya disetujui dan dianggap strategis menjadi salah satu solusi untuk mengatasi banjir Bandung Selatan akibat luapan Sungai Citarum.

“Sudah dibahas dengan DPRD Jabar, kalau ini sangat strategis untuk buka tutup air. Artinya, kanal Curug Jompong itu dibuat sebagai jalan pintas sebagian besar arus air. Ketika air meluap kanalnya dibuka yang nantinya menuju ke Waduk Saguling. Ketika kemarau kanalnya ditutup, jadi tetap menggenang,” terangnya.

“Curug Jompong ini salah satu solusi untuk mengendalikan banjir, mudah-mudahan progres pembangunannya bisa cepat. Kemarin ada wacana harapan warga Andir agar dibangun juga Situ Andir. Untuk situ-situ yang hilang di Bandung, kita sudah siapkan, baru ada lahan 10 hektar di Ibun,” tuturnya.

Menurutnya pembangunan danau retensi di Cienteung, sebagai tempat parkir  air Sungai Citarum yang meluap, ketika debitnya dari hulu berlebih. Hal itu tak lepas dari kondisi alur Sungai Citarum yang kini tak lagi dapat mengalirkan air secara optimal.

Bupati menjelaskan, banjir di Bandung Selatan bukan terjadi saat masa kepemimpinan saat ini saja, namun sudah sejak lama dan menjadi alasan pindahnya pusat pemerintah Kabupaten Bandung,  dari Karapyak atau Dayeuhkolot pada masa  Bupati Wiraagun-angun ke Dalem Kaum pada masa Bupati Wiranata Kusumah II.

Sementara itu Presiden RI Joko Widodo berpendapat, perencanaan mengatasi banjir di Bandung Selatan sudah melalui proses perencanaan yang panjang dan melibatkan berbagai pihak.  Dia menyebutkan saat ini progress pembangunan dua terowongan Nanjung Curug Jompong sepanjang 230 meter sudah hampir selesai.

“Pemerintah Kabupaten Bandung tidak mungkin bisa mengerjakan sendiri, makanya sekarang kita support. Sekarang sudah selesai 1 terowongan, tinggal satu lagi masih dalam proses separuh jadi. Kita harap ini bisa mengatasi banjir Bandung Selatan, terutama di 3 kecamatan tadi,” ujar Jokowi didampingi Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. (bung wir)