Senin, 17 Desember 2018 | 13:42 WIB

BUPATI NONAKTIF BANDUNG BARAT, ABUBAKAR SEGERA DISIDANG

foto

Administrator

Bupati nonaktif Bandung Barat, Abubakar seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Jumat 3 Agustus 2018. Berkas perkara Abubakar terkait dugaan suap kepentingan Pilkada di Bandung Barat dinyatakan telah lengkap atau P21 (merdeka.com).

SOREANGONLINE-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan berkas perkara Bupati nonaktif Bandung Barat, Abubakar sebagai tersangka terkait dugaan suap kepentingan pilkada di Bandung Barat telah lengkap atau P21.

Setelah menandatangani berkas P21, Bupati Nonaktif Bandung Barat, Abubakar segera disidang.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Bandung Barat, Abubakar pada Rabu (11/4/2018). Abubakar terjerat kasus suap dari Kepala Badan Kepegawaian Kabupaten Bandung Barat, Asep Hikayat (AHI).

Selain bupati, KPK juga menangkap enam orang pejabat di lingkungan pemkab KBB lainnya.

Dua pejabat diantaranya yakni, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati (WLW) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat Adiyoto (ADP) yang ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelum digiring KPK, Abubakar sempat membantah jika dirinya terjaring dalam OTT KPK.

Hal itu ia bantah setelah melakukan pertemuan dengan tim pemenangan Elin Suharliah yang tak lain merupakan istrinya yang maju di Pilkada KBB.

Dalam OTT tersebut, KPK ternyata sedianya ikut mengamankan Abubakar. Namun, Abubakar dilepaskan karena dalam keadaan sakit.

“Atas dasar kemanusiaan, tim mempertimbangkan untuk tidak membawa Bupati (Abubakar) malam tadi ke Jakarta,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Rabu (11/4/2018) lalu.

KPK mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 435 juta dalam OTT di Kabupaten Bandung Barat, Selasa (10/4/2018).

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, uang tersebut ada di dalam sebuah koper berwarna biru dengan pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000.

“Dalam operasi tangkap tangan, KPK mengamankan barang bukti sebesar Rp 435 juta,” ujar Saut dalam konferensi pers, di Gedung KPK.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengungkapkan bahwa Bupati Bandung Barat, Abubakar (ABB), menerima uang suap untuk biaya istrinya, Elin Suharliah, maju dalam Pilkada 2018.