Putra Pamungkas, S.Pd, : Mahasiswa Sebagai Guardian Of Value --- Jabar Gelorakan Kemerdekaan Untuk Palestina --- Gatot Tjahyono Siap Dukung Kreatifitas Viking ---

Politik dan Hukum

Direktorat Narkotika Polda Jabar Temukan 20 Ribu Batang Teh Arab di Cisarua Bogor

Dirilis oleh yuni, Kamis, 14 Februari 2013 | 11:52 WIB
Telah dibaca 1490 kali

SOEKARNO-HATTA-Direktorat Narkotika Polda Jabar berhasil menemukan ± 20.000 batang pohon jenis Khat merah dan Khat hijau (warga setempat menyebut teh Arab) di Kampung Inpres Pasir tugu RT 01/05 Desa Cibiru, Kecamatan Cisarua, Kab. Bogor.

Penemuan pohon ini berawal dari informasi masyarakat yang mengatakan ada jenis pohon yang dicari dan digemari orang asing seperti dari Timur Tengah, Jepang dan Korea. Pohon tersebut dinamakan pohon tea Arab. Warga Cisarua menyebutkan nama itu karena yang paling banyak mencari orang Arab.

Menurut Dirnarkoba Polda Jabar, Kombes Pol Hafriyono. Dari informasi tersebut, petugas Dirnarkoba Polda Jabar mendatangi TKP dan membawa beberapa sampel pohon tea arab untuk di telitii di Puslabpor Mabes Polri.

Hasilnya, tanaman hidup Khat hijau dan Khat merah (pohon tea Arab) yang diambil di Cisarua Bogor mengandung senyawa kimia Katinona dan Katina. Katinona termasuk dalam lampiran UU Narkotika no 35 th 2009 gol 1 no urut 35.
Sedangkan Katina masuk dalam lampiran UU Psikotropika no 5 th 1997 gol 3 no urut 6.” Dari hasil puslabpor tersebut dinyatakan pohon khat merah sangat berbahaya bagi kesehatan, karena termasuk bahan Narkotika Gol 1,” jelas Hafriyono.

Petugas Polda Jabar, akhirnya menyegel pohon yang ada di Pekarangan Nanang alias Jack warga Kampung Inpres Pasir Tugu RT 01/05 Desa Cibiru kecamatan Cisarua Kab. Bogor. Ia menanam pohon teh Arab di pekarangan seluas ± 300 M2.

Pohon mirip daun Salam ini memiliki jenis yang berbeda, karena ada batang merah dan batang hijau dengan ketinggian 50 cm.”Yang paling berbahaya adalah teh arab batang merah (Khat merah), ketinggian pohon bisa mencapai 2 m dan termasuk gol 1,” jelas Hafriyono.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Nanang menjual teh arab tersebut per kantung plastik ukuran 250 gram dengan harga teh arab merah Rp 200.000/ 250 gram, sedangkan untuk teh arab hijau hanya Rp. 30.000/250 gram.”Biasanya dijual daun dalam keadaan segar (masih hijau),” katanya.

Kendati Pohon yang cukup mematikan ini di temukan di pakarangan Nanang alias Jack, namun petugas belum dapat memberikan sangsi, karena Barang Bukti pohon Khat tersebut baru diketahui mengandung senyawa kimia Katinona dan Katina yang termasuk dalam jenis Narkotika Golongan 1.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak membudidayakan pohon tersebut, karena selain akan membahayakan terhadap orang laiin juga bagi siapapun yang membudidayakannya akan di jerat sesuai dengan UU Narkotika.

“Kami menghimbau setelah pohon ini diketahui mengandung senyawa kimia berbahaya, agar tidak membudidayakannya, dan apabila menemukan segera melaporkannya kepada kami,” pinta Hafriyono. (den/bung wir)**